Berikut ini beberapa informasi yang dirangkum dari karya al-Syibli tersebut dalam bab kedua (ibtidā’ khalq al-jinn),
Pertama, bangsa Jin diciptakan dua ribu tahun lebih awal dari penciptaan Adam As. Dasarnya adalah riwayat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Ra.,
خلق الله تعالى بني الجان قبل آدم بألفي س
Allah ta’ala telah menciptakan banu al-Jān dua ribu tahun sebelum Nabi Adam As.
Kedua, jin pada awalnya adalah penduduk bumi dan malaikat adalah penduduk langit. Masih menurut al-Syibli, malaikat yang menjadi penduduk langit tersebut juga memiliki tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi langitnya, maka malaikat yang berada di sana smakin banyak bershalawat, bertasbih, dan berdoa.
Ketiga, nenek moyang bangsa Jin bernama Sumayya (Arab: Sūmayyā), dia diciptakan dari lidah api.
Keempat, awalnya bangsa Jin adalah penduduk bumi. Namun, mereka disingkirkan sampai ke samudera oleh pasukan Jin yang diperintah oleh Allah untuk memerangi mereka. Pemimpin pasukan ini adalah Iblis. Kisah ini diriwayatkan dari Ishaq, dari Juwaibir dan ‘Utsman,
أن الله تعالى خلق الجن وأمرهم بعمارة الأرض فكانوا يعبدون الله جل ثناؤه حتى طال بهم الأمد فعصوا الله عزّ وجلّ وسفكوا الدماء. وكان فيهم ملك يقال له: يوسف. فقتلوه فأرسل الله تعالى عليهم جندًا من الملائكة كانوا في السماء الدنيا كان يقال لذلك الجند الجن فيهم إبليس. وهو على أربعة آلاف فهبطوا فأفنوا بني الجان من الأرض وأجلوهم عنها وألحقوهم بجزائر البحر. وسكن إبليس والجند الذين كانوا معه الأرض فهان عليهم العمل وأحبّوا المكث فيها.
Allah ta’ala menciptakan jin dan memerintahkan mereka untuk memakmurkan (membangun peradaban) bumi. Mereka dahulu rajin beribadah kepada Allah sampai waktu yang sangat lama, mereka terus bermaksiat kepada Allah sampai terjadi pertumpahan darah. Diantara mereka, ada seorang malaikat yang bernama Yusuf. Para jin kemudian membunuhnya, lalu Allah (murka dan) mengutus sekelompok tentara dari barisan malaikat yang tinggal di langit dunia. Diantara mereka, ada jin yang ikut berperang yang disebut Iblis. Malaikat itu berjumlah empat ribu orang, lalu mereka turun ke bumi, lalu memusnahkan bangsa Jin itu di muka Bumi sampai mengusir mereka (dari daratan) ke samudera. Kemudian, malaikat yang memerangi Jin tadi, termasuk jin Iblis, mendiami bumi. Lalu amal mereka menjadi kembali buruk dan mereka lebih senang berdiam di bumi.
Riwayat ini cukup populer di kalangan para ulama.
Diantaranya dikutip oleh al-Qunawi dalam karyanya Hāshiyatu al-Qūnāwī ‘alā Tafsīr al-Imām al-Baiḍāwī, komentar yang bernuansa sufistik dari Tafsir al-Baidhawi. Jika berdasarkan riwayat ini, nampaknya antara malaikat dan jin pada awalnya tidak ada pemisahan. Karena jin yang kemudian disebut Iblis karena sangat taat, juga digolongkan kedalam golongan malaikat.
Demikian beberapa informasi awal terkait keberadaan makhluk yang ada di bumi sebelum adanya malaikat, berdasarnya sumber tradisi Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar